Kesadaran untuk mengkonsumsi sayuran tanpa pestisida atau organik semakin tinggi dikalangan ibu-ibu yang berada di Perumahan Sawojajar II Malang. Mereka berharap dapat mengkonsumsi sayuran yang sehat dan dapat diproduksi sendiri dengan memanfaatkan lahan kosong di rumahnya.
Untuk mengetahui proses penanaman sayuran organik, ibu-ibu PKK RW.09 sampai RW.16 Desa Sekarpuro yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Sawojajar II menggelar pelatihan penanaman sayuran organik. Mereka belajar langsung kepada Kelompok Tani Wanita Vigore Asri yang berada di lingkungan perumahan Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang.
“Kami ingin belajar langsung bagaimana penanaman sayuran atau tanaman organik yang bisa dapat dikembangkan. Kami ingin mengkonsumsi sayuran yang baik untuk kesehatan, bukan yang dapat meracuni,” kata Ketua Forum Silaturahmi Sawojajar II Malang, Indah Nurhidayat kepada Malang Post, disela-sela pelatihan di Cemorokandang, kemarin.
Dalam jangka pendek, lanjutnya, ibu-ibu dapat mengembangkan di rumahnya masing-masing penanaman sayuran organik dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada. Hasil yang diperolehnya untuk sementara untuk dikonsumsi sendiri terlebih dahulu.
Tapi kedepannya, akan dibentuk plasma-plasma untuk penanaman sayuran organik di masing-masing kelompok. Hasilnya akan dikumpulkan bersama dan di pasarkan kepada masyarakat luas, baik melalui pasar tradisional atau pasar modern. Mengingat pangsa pasar sayur organik banyak diminati masyarakat dan harganya pun cukup kompetitif.
“Itu memang rencana jangka panjang. Hasilnya akan dapat membantu perekonomian keluarga. Tentunya akan menambang income bagi masing-masing ibu rumah tangga,” ungkapnya.
Diakui, minat ibu-ibu anggota Forum Silaturahmi Sawojajar II untuk mengikuti pelatihan sayuran organik cukup tinggi. Buktinya, saat pembelajaran di green house milik kelompok petani wanita di Cemorokandang, mereka sangat serius mengikuti tahapan demi tahapan penanaman sayuran organic, mulai dari pemilihan tanah, sekam sampai dengan cara menanam dan memilihara tanaman sayuran dalam polybag.
Minggu, 15 Maret 2009
Sabtu, 14 Maret 2009
Waspadai Pestisida pada Sayuran
Waspadai Pestisida pada Sayuran
Sejak dulu, semua orang tahu bahwasanya memandang penting mengkonsumsi sayuran dapat bermanfaat bagus bagi kesehatan tubuh. Kandungan zat mineral, vitamin, dan keberadaan seratnya dapat menyehatkan tubuh dan memperlancar sistem pencernaan.
Namun niatnya mengkonsumsi sayuran agar sehat, justru yang ada malah sebaliknya. “Kadang saya dengar ada orang rajin makan sayuran tapi mengeluh badannya sakit. Itu karena banyak masyarakat kurang tahu adanya kandungan pestisida yang ada dalam sayuran,” jelas Bandi, seorang penghobi tanaman organik yang mulai menularkan kepada para pemuda di Perumahan Taman Sari, Tiban.
Hal itu menurutnya dikarenakan adanya para petani sayuran yang menanam tanamannya dengan memberikan obat-obatan seperti pestisida untuk menghalau hama hingga obat-obatan yang tujuannya untuk menyehatkan tanaman.
“Musuh utama tanaman itu datang dari dua tempat, 75 persen hama dari tanah dan 25 persen muncul dari udara seperti belalang. Makanya itu dalam budidaya hidroponik, kita tidak menggunakan pestisida. Kalau nggak ada hama, kenapa kit aharus pakai racun,” jelas Bandi.
Mungkin, tanaman yang dihasilkan akhirnya terlihat segar dan sehat. Namun obat yang diberikan tersebut tidak dapat hilang begitu saja. Akibatnya, manusia yang mengkonsumsinya pun bisa mengalami keluhan sakit yang tidak diinginkan.
Kanker atau tumor misalnya, bisa dialami oleh seseorang meski kelihatannya rajin mengkonsumsi sayuran yang dikenal sebagai sumber antioksidan dan bermanfaat bagi tubuh. Dan sayangnya, keluhan tersebut memang baru muncul setelah bertahun-tahun lamanya.
Karena itulah, jangan abaikan untuk mencuci bersih sayuran sebelum dikonsumsi. Bahkan, saat ini juga sudah ada produk pencuci sayuran dan buah yang mampu melunturkan zat-zat dalam sayuran yang seharusnya tidak perlu terkonsumsi oleh tubuh. (ika)
Tingkatkan Antioksidan
Di Jakarta atau beberapa kota besar lainnya, orang-orang kini mulai ramai melirik gaya hidup mengkonsumsi sayuran organik. Pihak supermarket di Batam pun kini juga sudah mulai menawarkan sayuran dengan bungkus berlabel organik. Sedangkan di beberapa restoran di Jakarta saat ini juga sudah mulai menawarkan masakan dari bahan-bahan dan pengolahan yang organik.
Sedangkan para artis sendiri juga banyak yang kini mulai menjadikan cara hidup mengkonsumsi sayuran organik sebagai sebuah kebiasaan. Alasannya apalagi kalau bukan kemampuannya yang dapat menjaga dan merawat kecantikan.
Jadi bukan hanya bahan-bahan yang dipakai saja yang memang tidak mengandung bahan-bahan kimiawi seperti dari pestisida atau obat, akan tetapi istilah organik itu pun juga dilihat dari cara mengolahnya. Misalnya dengan meniadakan penggunaan penyedap rasa.
Coba saja untuk menerapkannya. Dalam jangka beberapa waktu nantinya, tubuh kita pun akan terasa lebih segar dan tidak rentan terkena penyakit. Sedangkan dalam jangka panjang tentu saja tubuh pun akan terhindar dari penyakit-penyakit yang membahayakan.
“Mengkonsumsi sayur sehat yang bebas pestisida memang akan meningkatkan antioksidan atau sistem kekebalan tubuh manusia,”
Sejak dulu, semua orang tahu bahwasanya memandang penting mengkonsumsi sayuran dapat bermanfaat bagus bagi kesehatan tubuh. Kandungan zat mineral, vitamin, dan keberadaan seratnya dapat menyehatkan tubuh dan memperlancar sistem pencernaan.
Namun niatnya mengkonsumsi sayuran agar sehat, justru yang ada malah sebaliknya. “Kadang saya dengar ada orang rajin makan sayuran tapi mengeluh badannya sakit. Itu karena banyak masyarakat kurang tahu adanya kandungan pestisida yang ada dalam sayuran,” jelas Bandi, seorang penghobi tanaman organik yang mulai menularkan kepada para pemuda di Perumahan Taman Sari, Tiban.
Hal itu menurutnya dikarenakan adanya para petani sayuran yang menanam tanamannya dengan memberikan obat-obatan seperti pestisida untuk menghalau hama hingga obat-obatan yang tujuannya untuk menyehatkan tanaman.
“Musuh utama tanaman itu datang dari dua tempat, 75 persen hama dari tanah dan 25 persen muncul dari udara seperti belalang. Makanya itu dalam budidaya hidroponik, kita tidak menggunakan pestisida. Kalau nggak ada hama, kenapa kit aharus pakai racun,” jelas Bandi.
Mungkin, tanaman yang dihasilkan akhirnya terlihat segar dan sehat. Namun obat yang diberikan tersebut tidak dapat hilang begitu saja. Akibatnya, manusia yang mengkonsumsinya pun bisa mengalami keluhan sakit yang tidak diinginkan.
Kanker atau tumor misalnya, bisa dialami oleh seseorang meski kelihatannya rajin mengkonsumsi sayuran yang dikenal sebagai sumber antioksidan dan bermanfaat bagi tubuh. Dan sayangnya, keluhan tersebut memang baru muncul setelah bertahun-tahun lamanya.
Karena itulah, jangan abaikan untuk mencuci bersih sayuran sebelum dikonsumsi. Bahkan, saat ini juga sudah ada produk pencuci sayuran dan buah yang mampu melunturkan zat-zat dalam sayuran yang seharusnya tidak perlu terkonsumsi oleh tubuh. (ika)
Tingkatkan Antioksidan
Di Jakarta atau beberapa kota besar lainnya, orang-orang kini mulai ramai melirik gaya hidup mengkonsumsi sayuran organik. Pihak supermarket di Batam pun kini juga sudah mulai menawarkan sayuran dengan bungkus berlabel organik. Sedangkan di beberapa restoran di Jakarta saat ini juga sudah mulai menawarkan masakan dari bahan-bahan dan pengolahan yang organik.
Sedangkan para artis sendiri juga banyak yang kini mulai menjadikan cara hidup mengkonsumsi sayuran organik sebagai sebuah kebiasaan. Alasannya apalagi kalau bukan kemampuannya yang dapat menjaga dan merawat kecantikan.
Jadi bukan hanya bahan-bahan yang dipakai saja yang memang tidak mengandung bahan-bahan kimiawi seperti dari pestisida atau obat, akan tetapi istilah organik itu pun juga dilihat dari cara mengolahnya. Misalnya dengan meniadakan penggunaan penyedap rasa.
Coba saja untuk menerapkannya. Dalam jangka beberapa waktu nantinya, tubuh kita pun akan terasa lebih segar dan tidak rentan terkena penyakit. Sedangkan dalam jangka panjang tentu saja tubuh pun akan terhindar dari penyakit-penyakit yang membahayakan.
“Mengkonsumsi sayur sehat yang bebas pestisida memang akan meningkatkan antioksidan atau sistem kekebalan tubuh manusia,”
Kamis, 12 Maret 2009
Bisnis Sayuran Organik Indonesia
Bisnis Sayuran Organik Indonesia
Waspadai Pestisida pada Sayuran
Bisnis sayuran organik saat ini semakin digandrungi karena selain mempunyai potensi peluang bisnis yang besar juga menerapkan gaya hidup sehat dengan organik. Bisnis sayuran organik akan jadi prospek peluang bisnis organik yang baik dan menguntungkan.
Sejak dulu, semua orang tahu bahwasanya memandang penting mengkonsumsi sayuran dapat bermanfaat bagus bagi kesehatan tubuh. Kandungan zat mineral, vitamin, dan keberadaan seratnya dapat menyehatkan tubuh dan memperlancar sistem pencernaan.
Namun niatnya mengkonsumsi sayuran agar sehat, justru yang ada malah sebaliknya. “Kadang saya dengar ada orang rajin makan sayuran tapi mengeluh badannya sakit. Itu karena banyak masyarakat kurang tahu adanya kandungan pestisida yang ada dalam sayuran,” jelas Bandi, seorang penghobi tanaman organik yang mulai menularkan kepada para pemuda di Perumahan Taman Sari, Tiban.
Hal itu menurutnya dikarenakan adanya para petani sayuran yang menanam tanamannya dengan memberikan obat-obatan seperti pestisida untuk menghalau hama hingga obat-obatan yang tujuannya untuk menyehatkan tanaman.
“Musuh utama tanaman itu datang dari dua tempat, 75 persen hama dari tanah dan 25 persen muncul dari udara seperti belalang. Makanya itu dalam budidaya hidroponik, kita tidak menggunakan pestisida. Kalau nggak ada hama, kenapa kit aharus pakai racun,” jelas Bandi.
Mungkin, tanaman yang dihasilkan akhirnya terlihat segar dan sehat. Namun obat yang diberikan tersebut tidak dapat hilang begitu saja. Akibatnya, manusia yang mengkonsumsinya pun bisa mengalami keluhan sakit yang tidak diinginkan.
Kanker atau tumor misalnya, bisa dialami oleh seseorang meski kelihatannya rajin mengkonsumsi sayuran yang dikenal sebagai sumber antioksidan dan bermanfaat bagi tubuh. Dan sayangnya, keluhan tersebut memang baru muncul setelah bertahun-tahun lamanya.
Karena itulah, jangan abaikan untuk mencuci bersih sayuran sebelum dikonsumsi. Bahkan, saat ini juga sudah ada produk pencuci sayuran dan buah yang mampu melunturkan zat-zat dalam sayuran yang seharusnya tidak perlu terkonsumsi oleh tubuh. (ika)
Tingkatkan Antioksidan
Di Jakarta atau beberapa kota besar lainnya, orang-orang kini mulai ramai melirik gaya hidup mengkonsumsi sayuran organik. Pihak supermarket di Batam pun kini juga sudah mulai menawarkan sayuran dengan bungkus berlabel organik. Sedangkan di beberapa restoran di Jakarta saat ini juga sudah mulai menawarkan masakan dari bahan-bahan dan pengolahan yang organik.
Sedangkan para artis sendiri juga banyak yang kini mulai menjadikan cara hidup mengkonsumsi sayuran organik sebagai sebuah kebiasaan. Alasannya apalagi kalau bukan kemampuannya yang dapat menjaga dan merawat kecantikan.
Jadi bukan hanya bahan-bahan yang dipakai saja yang memang tidak mengandung bahan-bahan kimiawi seperti dari pestisida atau obat, akan tetapi istilah organik itu pun juga dilihat dari cara mengolahnya. Misalnya dengan meniadakan penggunaan penyedap rasa.
Coba saja untuk menerapkannya. Dalam jangka beberapa waktu nantinya, tubuh kita pun akan terasa lebih segar dan tidak rentan terkena penyakit. Sedangkan dalam jangka panjang tentu saja tubuh pun akan terhindar dari penyakit-penyakit yang membahayakan.
“Mengkonsumsi sayur sehat yang bebas pestisida memang akan meningkatkan antioksidan atau sistem kekebalan tubuh manusia. oleh karena itu, tingkatkan pengkonsumsian sayuran organik guna menjaga kessehatan. Anda tertarik dengan bisnis sayuran organik?
Bisnis-bisnis organik adalah bisnis yang menjanjikan dan menyehatkan. Bisni-bisnis organik mulai dirintis oleh seluruh orang di dunia
Waspadai Pestisida pada Sayuran
Bisnis sayuran organik saat ini semakin digandrungi karena selain mempunyai potensi peluang bisnis yang besar juga menerapkan gaya hidup sehat dengan organik. Bisnis sayuran organik akan jadi prospek peluang bisnis organik yang baik dan menguntungkan.
Sejak dulu, semua orang tahu bahwasanya memandang penting mengkonsumsi sayuran dapat bermanfaat bagus bagi kesehatan tubuh. Kandungan zat mineral, vitamin, dan keberadaan seratnya dapat menyehatkan tubuh dan memperlancar sistem pencernaan.
Namun niatnya mengkonsumsi sayuran agar sehat, justru yang ada malah sebaliknya. “Kadang saya dengar ada orang rajin makan sayuran tapi mengeluh badannya sakit. Itu karena banyak masyarakat kurang tahu adanya kandungan pestisida yang ada dalam sayuran,” jelas Bandi, seorang penghobi tanaman organik yang mulai menularkan kepada para pemuda di Perumahan Taman Sari, Tiban.
Hal itu menurutnya dikarenakan adanya para petani sayuran yang menanam tanamannya dengan memberikan obat-obatan seperti pestisida untuk menghalau hama hingga obat-obatan yang tujuannya untuk menyehatkan tanaman.
“Musuh utama tanaman itu datang dari dua tempat, 75 persen hama dari tanah dan 25 persen muncul dari udara seperti belalang. Makanya itu dalam budidaya hidroponik, kita tidak menggunakan pestisida. Kalau nggak ada hama, kenapa kit aharus pakai racun,” jelas Bandi.
Mungkin, tanaman yang dihasilkan akhirnya terlihat segar dan sehat. Namun obat yang diberikan tersebut tidak dapat hilang begitu saja. Akibatnya, manusia yang mengkonsumsinya pun bisa mengalami keluhan sakit yang tidak diinginkan.
Kanker atau tumor misalnya, bisa dialami oleh seseorang meski kelihatannya rajin mengkonsumsi sayuran yang dikenal sebagai sumber antioksidan dan bermanfaat bagi tubuh. Dan sayangnya, keluhan tersebut memang baru muncul setelah bertahun-tahun lamanya.
Karena itulah, jangan abaikan untuk mencuci bersih sayuran sebelum dikonsumsi. Bahkan, saat ini juga sudah ada produk pencuci sayuran dan buah yang mampu melunturkan zat-zat dalam sayuran yang seharusnya tidak perlu terkonsumsi oleh tubuh. (ika)
Tingkatkan Antioksidan
Di Jakarta atau beberapa kota besar lainnya, orang-orang kini mulai ramai melirik gaya hidup mengkonsumsi sayuran organik. Pihak supermarket di Batam pun kini juga sudah mulai menawarkan sayuran dengan bungkus berlabel organik. Sedangkan di beberapa restoran di Jakarta saat ini juga sudah mulai menawarkan masakan dari bahan-bahan dan pengolahan yang organik.
Sedangkan para artis sendiri juga banyak yang kini mulai menjadikan cara hidup mengkonsumsi sayuran organik sebagai sebuah kebiasaan. Alasannya apalagi kalau bukan kemampuannya yang dapat menjaga dan merawat kecantikan.
Jadi bukan hanya bahan-bahan yang dipakai saja yang memang tidak mengandung bahan-bahan kimiawi seperti dari pestisida atau obat, akan tetapi istilah organik itu pun juga dilihat dari cara mengolahnya. Misalnya dengan meniadakan penggunaan penyedap rasa.
Coba saja untuk menerapkannya. Dalam jangka beberapa waktu nantinya, tubuh kita pun akan terasa lebih segar dan tidak rentan terkena penyakit. Sedangkan dalam jangka panjang tentu saja tubuh pun akan terhindar dari penyakit-penyakit yang membahayakan.
“Mengkonsumsi sayur sehat yang bebas pestisida memang akan meningkatkan antioksidan atau sistem kekebalan tubuh manusia. oleh karena itu, tingkatkan pengkonsumsian sayuran organik guna menjaga kessehatan. Anda tertarik dengan bisnis sayuran organik?
Bisnis-bisnis organik adalah bisnis yang menjanjikan dan menyehatkan. Bisni-bisnis organik mulai dirintis oleh seluruh orang di dunia
Rabu, 11 Maret 2009
prospek ke depan
Tak hanya di negara maju, pertanian organik semakin berkembang dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan produk ini. Konsumen kelas menengah ke atas bersedia membayar lebih mahal untuk produk setidaknya didasari alasan penting, yaitu produk aman bagi kesehatan. Sayuran organik salah satunya. Seperti terjadi di negara-negara maju, kebutuhan sayuran organik di Tanah Air diyakini banyak pihak juga akan mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.
Produk pertanian yang mulai hangat dibicarakan di Tanah Air sekitar 5 tahun yang lalu ini memang ditemui tak segampang sayuran pada umumnya. Jika ingin mencari, sesuai target pasarnya, produk ini lebih sering ditemui di supermarket atau pada agen khusus produk pertanian organik, ketimbang di pasar-pasar tradisional. Harganya yang lebih mahal dibandingkan sayuran pada umumnya dipengaruhi oleh pasokannya yang lebih sedikit.
Ingin berbisnis sayuran organik, setidaknya pebisnis bisa memilih diantara tiga bidang yaitu sebagai petani, pemasok, atau petani sekaligus pemasok. Sayuran organik bisa didapat dengan budidaya secara organik. Artinya, budidaya dilakukan tanpa menggunakan material yang mengandung bahan kimia, seperti pupuk kimia buatan (Urea, KCI, dan TSP), pestisida, herbisida, insektisida, fungisida, dan bahan kimia lain. Sehingga digunakan pupuk organik, misalnya pupuk kandang dan kompos.
Penggunaan GMOs (Genetically Modified Organisme) tidak diperbolehkan dalam setiap tahapan pertanian organik mulai produksi hingga pasca panen. Standar Nasional Indonesia tentang sistem pangan organik tertuang dalam SNI 01-6729-2002,yang memuat panduan tentang cara-cara budi daya pangan organik untuk tanaman pangan dan ternak, pengemasan, pelabelan, dan sertifikasinya. Sementara dari luar negeri, terdapat lembaga sertifikasi Standar IFOAM. Standar dasar untuk produk organik dan prosesnya dari IFOAM sejak 1980.
Mempelajari Jalur Distribusi
Jika budidaya sudah menjadi pilihan bisnis, mengusahakannya di lahan baru yang sebelumnya belum dengan sistem organik, pebisnis harus mempersiapkan kesabaran di awal budidaya. Pasalnya untuk membuat lahan benar-benar menjadi lahan organik setidaknya dibutuhkan waktu dan juga biaya cukup tinggi. Tapi untuk selanjutnya pebisnis sudah bisa memetik hasil. Karena menggunakan bahan-bahan organik, alami, biaya produksi seharusnya lebih kecil ketimbang bertani secara non organik. Salah satu syarat keberhasilan bagi petani sayuran organik, tak hanya konsentrasi di budidaya, tapi juga mengetahui jalur distribusi pemasaran produk setelah dipanen.
Atau pebisnis hanya ingin mengambil bisnis sebagai pemasok? Persiapan menjalin kerjasama secara langsung dengan petani sayuran organik, dan juga tempat-tempat dimana produk bisa dipasok seperti restoran, rumah sakit dan lainnya akan sangat membantu.
Namun yang jelas bila kita memutuskan untuk terjun dibidang Agribisnis khususnya pertanian organik, ada beberapa hal harus dipersiapkan untuk menghadapi risiko bisnis yang banyak ditentukan oleh kondisi alam. Kesabaran, keuletan dan ketekunan di lahan pertanian. Pebisnis juga harus siap dengan kondisi harga di pasar yang terkadang fluktuatif akibat pengaruh perubahan penawaran dan permintaan. Risiko fluktuasi harga setidaknya dapat diminimalisir dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat, kalender tanam yang berjalan sempurna serta pemilihan jalur distribusi pemasaran.
Produk pertanian yang mulai hangat dibicarakan di Tanah Air sekitar 5 tahun yang lalu ini memang ditemui tak segampang sayuran pada umumnya. Jika ingin mencari, sesuai target pasarnya, produk ini lebih sering ditemui di supermarket atau pada agen khusus produk pertanian organik, ketimbang di pasar-pasar tradisional. Harganya yang lebih mahal dibandingkan sayuran pada umumnya dipengaruhi oleh pasokannya yang lebih sedikit.
Ingin berbisnis sayuran organik, setidaknya pebisnis bisa memilih diantara tiga bidang yaitu sebagai petani, pemasok, atau petani sekaligus pemasok. Sayuran organik bisa didapat dengan budidaya secara organik. Artinya, budidaya dilakukan tanpa menggunakan material yang mengandung bahan kimia, seperti pupuk kimia buatan (Urea, KCI, dan TSP), pestisida, herbisida, insektisida, fungisida, dan bahan kimia lain. Sehingga digunakan pupuk organik, misalnya pupuk kandang dan kompos.
Penggunaan GMOs (Genetically Modified Organisme) tidak diperbolehkan dalam setiap tahapan pertanian organik mulai produksi hingga pasca panen. Standar Nasional Indonesia tentang sistem pangan organik tertuang dalam SNI 01-6729-2002,yang memuat panduan tentang cara-cara budi daya pangan organik untuk tanaman pangan dan ternak, pengemasan, pelabelan, dan sertifikasinya. Sementara dari luar negeri, terdapat lembaga sertifikasi Standar IFOAM. Standar dasar untuk produk organik dan prosesnya dari IFOAM sejak 1980.
Mempelajari Jalur Distribusi
Jika budidaya sudah menjadi pilihan bisnis, mengusahakannya di lahan baru yang sebelumnya belum dengan sistem organik, pebisnis harus mempersiapkan kesabaran di awal budidaya. Pasalnya untuk membuat lahan benar-benar menjadi lahan organik setidaknya dibutuhkan waktu dan juga biaya cukup tinggi. Tapi untuk selanjutnya pebisnis sudah bisa memetik hasil. Karena menggunakan bahan-bahan organik, alami, biaya produksi seharusnya lebih kecil ketimbang bertani secara non organik. Salah satu syarat keberhasilan bagi petani sayuran organik, tak hanya konsentrasi di budidaya, tapi juga mengetahui jalur distribusi pemasaran produk setelah dipanen.
Atau pebisnis hanya ingin mengambil bisnis sebagai pemasok? Persiapan menjalin kerjasama secara langsung dengan petani sayuran organik, dan juga tempat-tempat dimana produk bisa dipasok seperti restoran, rumah sakit dan lainnya akan sangat membantu.
Namun yang jelas bila kita memutuskan untuk terjun dibidang Agribisnis khususnya pertanian organik, ada beberapa hal harus dipersiapkan untuk menghadapi risiko bisnis yang banyak ditentukan oleh kondisi alam. Kesabaran, keuletan dan ketekunan di lahan pertanian. Pebisnis juga harus siap dengan kondisi harga di pasar yang terkadang fluktuatif akibat pengaruh perubahan penawaran dan permintaan. Risiko fluktuasi harga setidaknya dapat diminimalisir dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat, kalender tanam yang berjalan sempurna serta pemilihan jalur distribusi pemasaran.
Selasa, 10 Maret 2009
sehat dengan sayur organik
Gaya hidup sehat dengan cara kembali ke alam sedang menjadi trend baru sebagian masyarakat kita. Kini bahan pangan organik mulai diminati banyak orang. Memang relatif lebih mahal, namun sebanding dengan manfaat yang didapat. Apalagi fakta penelitian terbaru menunjukan keunggulan nutrisi dari bahan pangan organik.
Saat ini kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat mulai meningkat. Pola makan tinggi lemak, tinggi kalori dan rendah serat mulai ditinggalkan. Supermarket yang menjual bahan pangan organik mulai laris diserbu pembeli. Gejala positif yang perlu digalakan lebih luas, karena hanya sebagian kecil saja masyarakat kita yang sadar akan pola makan sehat. Diperlukan pengetahuan dan kesadaran diri yang baik untuk merubah gaya hidup.
Sayuran Buruk Rupa
Kepada penulis, Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan,MS, ahli gizi IPB, mendefinisikan bahan pangan organik adalah semua bahan pangan yang berasal dari organisme hidup. Organik sendiri mengacu kesesuatu yang mengandung karbon, seharusnya semua bahan pangan yang mengandung unsur karbon disebut organik. Termasuk bahan pakan yang ditanam dengan pupuk kimia dan mengandung pestisida. Tetapi masyarakat taunya kalau istilah organik berarti bahan pangan yang dibudidayakan secara organik, tanpa petisida atau pupuk buatan.
Pemerintah Amerika Serikat sebagai pelopornya bahan pangan organik menetapkan setandar, bahwa yang disebut organik adalah bahan pangan yang 100% organik atau setidaknya 95% diproduksi tanpa pupuk kimia, insektisida, herbisida, antibiotik, hormon pertumbuhan, radiasi untuk sterilisasi dan hewan yang dimodifikasi genetik.
Bahan pangan organik dibudidayakan menggunakan teknologi alami. Kesuburan tanah dipertahankan dengan pupuk alam, seperti kompos dan pupuk kandang. Dengan pemupukan alami dan tanpa insektisida, populasi cacing tanah meningkat, tanah jadi kaya akan nitrogen sehingga subur secara alami. Untuk menanggulangi hama, bisa selang-seling setiap jenis tanamannya sehingga serangan hama tanaman tertentu bisa di putus mata rantainya. Penyemprotan juga dilakukan menggunakan anti hama dari alam.
Budidaya secara alami akan menghasilkan bahan pangan tergolong tidak menarik dari sisi permormance. Seperti yang diutarakan Ali Khomsan, “Bahan pangan organik, terutama sayuran memang mempunyai performance yang tidak menarik. Banyak yang berlubang dimakan ulat dan serangga. Namun dari kualitas cita rasa, pangan organik memang lebih baik.” Sekarang konsumen berhak memilih. Membeli bahan pangan konvensional dengan harga murah namun mengandung residu bahan kimia atau sayuran berpenampilan buruk, mahal tetapi aman bagi kesehatan.
Unggul Dalam Nutrisi
Bahan pangan organik tertentu seperti sayuran dan buah, kandungan mineral lebih baik dibandingkan bahan pangan konvesional. Seperti penuturan Ali Khomsan, beberapa penelitian menunjukan sayuran seperti kubis, selada dan tomat kandungan mineral kalsium, pospor dan magnesium jauh lebih tinggi dibandungkan dengan sayuran anorganik. Seperti tomat organik, kandungan kalsiumnya 23 mg sedangkan yang bukan hanya 5 mg. Dari sisi cita rasa, bahan pangan organik juga lebih lezat. Sayuran dan buah organik lebih renyah, lebih manis dan tahan lama. Sedangkan yang bukan, kandungan airnya tinggi, sehingga rasanya kurang manis dan lebih cepat busuk. Sebuah laboratorium independent di Amerika mempunyai fakta berbeda. Penelitian terhadap tepung terigu hasil pertanian organik mengandung 24 % lebih tinggi dibandingkan terigu yang ditanam secara konvensional.
Selain unggul dari sisi nutrisi juga cita rasa, bahan pangan organik juga bebas residu pestisida dan bahan kimia berbahaya. Secara tidak kita sadari, zat ini akan tertimbun terus menerus di dalam tubuh kita. Jangka panjangnya, akan meningkatkan risiko kanker dalam tubuh karena zat tersebut bersifat karsingen penyebab kanker. Lebih baik mencegah dengan beralih ke bahan pangan organik dari pada kita harus membayar lebih mahal untuk biaya kesehatan akibat sakit yang ditimbulkan. Karenanya, gaya hidub back to nature merupakan solusi tepat bagi Anda yang mau hidup sehat
Saat ini kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat mulai meningkat. Pola makan tinggi lemak, tinggi kalori dan rendah serat mulai ditinggalkan. Supermarket yang menjual bahan pangan organik mulai laris diserbu pembeli. Gejala positif yang perlu digalakan lebih luas, karena hanya sebagian kecil saja masyarakat kita yang sadar akan pola makan sehat. Diperlukan pengetahuan dan kesadaran diri yang baik untuk merubah gaya hidup.
Sayuran Buruk Rupa
Kepada penulis, Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan,MS, ahli gizi IPB, mendefinisikan bahan pangan organik adalah semua bahan pangan yang berasal dari organisme hidup. Organik sendiri mengacu kesesuatu yang mengandung karbon, seharusnya semua bahan pangan yang mengandung unsur karbon disebut organik. Termasuk bahan pakan yang ditanam dengan pupuk kimia dan mengandung pestisida. Tetapi masyarakat taunya kalau istilah organik berarti bahan pangan yang dibudidayakan secara organik, tanpa petisida atau pupuk buatan.
Pemerintah Amerika Serikat sebagai pelopornya bahan pangan organik menetapkan setandar, bahwa yang disebut organik adalah bahan pangan yang 100% organik atau setidaknya 95% diproduksi tanpa pupuk kimia, insektisida, herbisida, antibiotik, hormon pertumbuhan, radiasi untuk sterilisasi dan hewan yang dimodifikasi genetik.
Bahan pangan organik dibudidayakan menggunakan teknologi alami. Kesuburan tanah dipertahankan dengan pupuk alam, seperti kompos dan pupuk kandang. Dengan pemupukan alami dan tanpa insektisida, populasi cacing tanah meningkat, tanah jadi kaya akan nitrogen sehingga subur secara alami. Untuk menanggulangi hama, bisa selang-seling setiap jenis tanamannya sehingga serangan hama tanaman tertentu bisa di putus mata rantainya. Penyemprotan juga dilakukan menggunakan anti hama dari alam.
Budidaya secara alami akan menghasilkan bahan pangan tergolong tidak menarik dari sisi permormance. Seperti yang diutarakan Ali Khomsan, “Bahan pangan organik, terutama sayuran memang mempunyai performance yang tidak menarik. Banyak yang berlubang dimakan ulat dan serangga. Namun dari kualitas cita rasa, pangan organik memang lebih baik.” Sekarang konsumen berhak memilih. Membeli bahan pangan konvensional dengan harga murah namun mengandung residu bahan kimia atau sayuran berpenampilan buruk, mahal tetapi aman bagi kesehatan.
Unggul Dalam Nutrisi
Bahan pangan organik tertentu seperti sayuran dan buah, kandungan mineral lebih baik dibandingkan bahan pangan konvesional. Seperti penuturan Ali Khomsan, beberapa penelitian menunjukan sayuran seperti kubis, selada dan tomat kandungan mineral kalsium, pospor dan magnesium jauh lebih tinggi dibandungkan dengan sayuran anorganik. Seperti tomat organik, kandungan kalsiumnya 23 mg sedangkan yang bukan hanya 5 mg. Dari sisi cita rasa, bahan pangan organik juga lebih lezat. Sayuran dan buah organik lebih renyah, lebih manis dan tahan lama. Sedangkan yang bukan, kandungan airnya tinggi, sehingga rasanya kurang manis dan lebih cepat busuk. Sebuah laboratorium independent di Amerika mempunyai fakta berbeda. Penelitian terhadap tepung terigu hasil pertanian organik mengandung 24 % lebih tinggi dibandingkan terigu yang ditanam secara konvensional.
Selain unggul dari sisi nutrisi juga cita rasa, bahan pangan organik juga bebas residu pestisida dan bahan kimia berbahaya. Secara tidak kita sadari, zat ini akan tertimbun terus menerus di dalam tubuh kita. Jangka panjangnya, akan meningkatkan risiko kanker dalam tubuh karena zat tersebut bersifat karsingen penyebab kanker. Lebih baik mencegah dengan beralih ke bahan pangan organik dari pada kita harus membayar lebih mahal untuk biaya kesehatan akibat sakit yang ditimbulkan. Karenanya, gaya hidub back to nature merupakan solusi tepat bagi Anda yang mau hidup sehat
Langganan:
Komentar (Atom)